Masjid Agung Sumber

Seputar Masjid Agung Sumber

  1. 1.    Tahun berapa masjid ini di bangun ?
Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Sumber pada bulan November 1988 oleh Bapak Kol. (Inf). H. Memet Thohir (Bupati KDH Tk. II Cirebon), mengingat keterbatasan dana dan kekurangan tenaga ahli maka pembangunan masjid sangat lambat, baru pada bulan Agustus 1992 dengan uluran tangan dari pihak swasta dan intensifikasi pengumpulan dana, pembangunan dapat berjalan dengan cepat dan lancar sehingga pada tanggal 29 September 1993 pembangunan masjid dapat diselesaikan dan diresmikan oleh Bapak Gubernur KDH Tk. I Jawa Barat (Bapak H. R. Yogi S. Memet) pada masa Bupati Cirebon Kol. (Kav). H. Soewendo.
  1. 2.    Siapa yang membangunnya ?
Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kab. Cirebon
  1. 3.    Berapa luas lahan ?
Masjid Agung Sumber dibangun diatas tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dengan luas 10.916 M2
  1. 4.    Berapa luas bangunan ?
Luas bangunan 2.393,50 M2 terdiri dari 2 lantai yang meliputi di dalamnya ruang utama/ruang shalat, ruang serba guna, ruang perpustakaan, sekretariat DKM, DMI, RISMA, LPTQ, dan memiliki 5 unit tempat wudlu 6 kamar mandi kamar kecil serta halaman parkir yang cukup luas.
  1. 5.    Apa ciri khas dari masjid ini ?
Ciri khas Masjid Agung Sumber berarsitek bangunan masjid di Timur Tengah
  1. 6.    Siapa arsitekturnya ?
Arsitekturnya dari Tim ITB Bandung
  1. 7.    Berapa kali di renovasi ?
Masjid Agung Sumber mengalami renovasi antara lain :
  1. Perbaikan tata suara dan penghawaan di ruang utama
  2. Perbaikan Dak ruang utama
  3. Penambahan ornamen kubah
  4. Perbaikan plafon ruang serbaguna dan tata suara
  5. Pemasangan kipas di ruang utama dan ruang serbaguna
  6. Perbaikan kamar mandi dan tempat wudlu dan
  7. Pengecatan
  1. 8.    Bangunan apa saja yang berubah ?
    1. Pembuatan tempat wudlu segi enam sebanyak dua buah
    2. Pembuatan pintu gerbang
    3. Pembuatan taman main TK Islam Plus Masjid Agung Sumber
    4. Pembangunan kios
  1. 9.    Pada tahun berapa dan pada pemerintahan siapa ?
    1. Pembuatan tempat wudlu segi enam sebanyak dua buah pada tahun 1996 masa pemerintahan Kabupaten dipimpin oleh Bapak Kol. Kav. H. Rahmat Djoehana
    2. Pembuatan pintu gerbang pada tahun 1996 masa pemerintahan Kabupaten dipimpin oleh Bapak Kol. Kav. H. Rahmat Djoehana
    3. Pembuatan taman main TK Islam Plus Masjid Agung Sumber pada tahun 1999 masa pemerintahan Kabupaten dipimpin oleh Bapak H. Sutisna, SH
    4. Pembangunan kios pada tahun 2003 masa pemerintahan Kabupaten dipimpin oleh Bapak Drs. H. Dedi Supardi, MM.
  1. 10.     Kapan terakhir kali di renovasi, dan berapa biayanya ?
Renovasi terakhir pada bulan Agustus 2005 (perbaikan tiga unit tempat wudlu dan pengecatan bagian luar), dengan biaya              Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah).
  1. 11.     Bagaimana usaha dalam memberdayakan masjid ini ?
Tentang pemberdayaan SDM pengelola masjid ? Pada dasarnya pengelolaan masjid menyangkut tiga kelompok kegiatan yaitu kegiatan Idaroh (menejemen organisasi), Imaroh (upaya pemakmuran masjid) dan Ri’ayah (pemeliharaan fisik) dan setiap pengurus DKM dibekali dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang. l  Tentang program pemberdayaan masjid ? Program pemberdayaan masjid di Masjid Agung Sumber meliputi :
  1. Memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat beribadah dan sosial kemasyarakat.
  2. Mengoptimalkan kegiatan remaja melalui aktivitas yang sesuai dengan bidang keremajaan.
Tentang pemberdayaan lingkungan masjid ? Upaya pemberdayaan lingkungan masjid melalui :
  1. Kegiatan senam mingguan
  2. Pengajian mingguan dan bulanan
  3. Pelaksanaan kegiatan pendidikan usia dini
Tentang program implementasi kesolehan sosial ? Program implementasi kesolehan sosial Melalui :
  1. Kegiatan senam yang dilaksanakan setiap hari Minggu, masjid agung sumber memberikan kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar.
  2. Khitanan masal
  3. Pengumpulan Zakat Fitrah
  4. Pelaksanaan Idul Qurban
  5. dan lain-lain
  1. 12.     Sejauh mana perhatian Pemda terhadap gerakan pemberdayaan masjid ?
  Perhatian Pemerintah Daerah dalam upaya pemberdayaan masjid antara lain dengan memberikan bantuan stimulan dan silaturrahmi unsur pimpinan daerah dan jajarannya yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan Ramadhan.
  1. 13.     Bagaimana harapan dan saran Bapak terhadap gerakan pemberdayaan masjid ?
  -   Harapan    : terhadap gerakan pemberdayaan masjid adalah kembalikan kepada konsep dasar pembangunan masjid yaitu atas dasar peningkatan ketaqwaan kepada Allah SWT. -   Saran        : kembalikan fungsi masjid sesuai yang diajarkan Rasulullah yaitu sebagai tempat ibadah dan pembinaan umat.

Pertanyaan Khusus Kepada Bapak Bupati / Walikota

SEJAUH MANA KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DALAM UPAYA  MEMBERDAYAKAN/MEMAKMURKAN MASJID DALAM RANGKA GERAKAN MEMBANGUN KESOLEHAN DI DAERAH BAPAK ? Upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah daerah dalam upaya pemberdayaan masjid antara lain :
  1. Dilaksanakannya pelatihan manajerial pengurus DKM secara rutin.
  2. Pemberian bantuan stimulan.
  3. Pelaksanaan kegiatan pendidikan Keaksaraan Fungsional Berbasis Masjid.
  Foto Gallery

No comments yet.

Leave a Reply

Free WordPress Theme
Free WordPress Theme